Yogyakarta, MMI – Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta melalui mata kuliah Pendidikan dan Pembangunan Berkelanjutan melaksanakan program pendampingan UMKM “Keripik Difas” di Kelurahan Sukoreno.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi masyarakat-mahasiswa serta meningkatkan daya saing UMKM lokal sebagai implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Pelaksanaan program dilakukan setiap hari Sabtu, mulai 11 Oktober hingga 8 November 2025 pada pukul 09.20 WIB hingga selesai.
Dalam kegiatan ini, para mahasiswa UNY bekerja sama dengan masyarakat, pemilik UMKM Keripik Difas—yang memproduksi keripik gambas, bayam brazil, dan olahan sayur lainnya—serta difasilitasi oleh SIGAP Indonesia sebagai pendamping kemitraan. Keripik Difas berada pada bagian KDK Bersinar Sukoreno.
Agenda Kegiatan Setiap Minggu
Pelaksanaan program pendampingan UMKM Keripik Difas mengikuti alur kegiatan yang terstruktur selama empat minggu pelaksanaan sebagai berikut:

Sabtu, 11 Oktober 2025. Mahasiswa UNY melakukan koordinasi awal, briefing tujuan kegiatan, diskusi untuk memahami kondisi usaha, tantangan, dan kebutuhan UMKM Keripik Difas bersama Ketua KDK Bersinar Sukoreno.

Sabtu, 18 Oktober 2025. Pada minggu kedua pelaksanaan program, mahasiswa dan pelaku UMKM Keripik Difas melakukan analisis usaha berbasis data lapangan.
Diskusi dipandu untuk mengidentifikasi masalah utama yang dihadapi pelaku usaha, meliputi proses produksi, pemasaran digital, dan sistem pencatatan keuangan.
Kegiatan analisis ini bertujuan untuk memetakan kebutuhan pengembangan sehingga pendampingan dapat dilakukan secara tepat sasaran dan sesuai kondisi UMKM.
Kunjungan pada minggu kedua bertepatan dengan jadwal produksi keripik, sehingga mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengamati langsung alur pembuatan hingga proses pengemasan produk.
Mahasiswa juga ikut membantu proses pengemasan sembari berdialog dengan pemilik UMKM mengenai strategi pemasaran yang selama ini digunakan, alur penjualan, hingga pencatatan laporan keuangan yang masih dilakukan secara sederhana.
Melalui observasi langsung serta diskusi mendalam bersama pemilik usaha, mahasiswa memperoleh gambaran objektif mengenai tantangan operasional yang dihadapi UMKM.
Informasi tersebut kemudian menjadi dasar penting untuk merancang strategi pendampingan pada minggu berikutnya, khususnya terkait peningkatan efisiensi produksi, penguatan pemasaran digital, dan penerapan pencatatan keuangan yang lebih sistematis.

Sabtu, 25 Oktober 2025. Kegiatan pendampingan pada minggu ketiga berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan literasi keuangan, praktik pencatatan transaksi menggunakan Microsoft Excel, penyusunan materi promosi digital, serta bimbingan mengenai manajemen usaha.
Seluruh pendampingan dilaksanakan secara interaktif dan aplikatif sehingga pelaku usaha dapat langsung menerapkan ilmu yang diberikan.
Selain itu, tim mahasiswa juga membantu pembuatan titik Google Maps untuk rumah produksi Keripik Difas agar lebih mudah ditemukan konsumen.
Dukungan branding usaha turut dilakukan melalui pembuatan desain banner dan stiker kemasan produk.
Penguatan pemasaran digital menjadi bagian penting dalam kegiatan minggu ini. Mahasiswa mendampingi pengelolaan media sosial Keripik Difas seperti TikTok dan Instagram-dengan akun @tiktok: kripik.sayur.difas dan @instagram: keripik.sayur.difas.
Baca Juga: Festival Sumpah Pemuda dan Bazar UMKM Warnai CFD Summarecon Bekasi
Dalam proses tersebut, mahasiswa juga membantu pembuatan video promosi serta foto katalog untuk kebutuhan unggahan media sosial sebagai strategi meningkatkan jangkauan dan daya tarik konsumen.
Tidak hanya untuk Keripik Difas, mahasiswa juga berkontribusi dalam pembuatan desain nota universal yang dapat digunakan oleh seluruh UMKM yang tergabung dalam KDK Bersinar Sukoreno.
Pembuatan nota ini bertujuan untuk membantu pelaku usaha memiliki bukti transaksi resmi dan lebih tertib dalam pencatatan penjualan.
Desain yang bersifat universal, nota tersebut nantinya dapat dipakai oleh semua UMKM, bukan hanya Keripik Difas.
Selain itu, disusun pula buku laporan keuangan manual berisi tabel pencatatan transaksi harian, mingguan, dan bulanan untuk memudahkan pelaku usaha melakukan dokumentasi penjualan.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga membuat buku panduan penggunaan Excel dengan bahasa sederhana dan langkah-langkah praktis agar mudah dipahami dan dapat digunakan secara mandiri oleh pelaku UMKM.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, diharapkan UMKM Keripik Difas semakin siap bersaing di pasar yang lebih luas melalui manajemen usaha yang baik dan strategi pemasaran digital yang efektif.


Sabtu, 8 November 2025. Rangkaian kegiatan pendampingan UMKM Keripik Difas dengan agenda evaluasi menyeluruh terhadap hasil program, refleksi bersama pemilik usaha, serta penyusunan rencana tindak lanjut untuk memastikan keberlanjutan usaha sekaligus memperkuat dampak program bagi pelaku UMKM.
Pada kesempatan tersebut, mahasiswa memperoleh ruang untuk mempresentasikan seluruh capaian kegiatan selama masa pendampingan Keripik Difas.
Presentasi dilakukan di Balai Desa Sukoreno dalam acara pertemuan antar-UMKM se-Sukoreno yang tergabung dalam KDK Bersinar Sukoreno.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelaporan hasil pendampingan, tetapi juga sebagai bentuk penguatan kemitraan antara mahasiswa, UMKM Keripik Difas, dan UMKM KDK Bersinar Sukoreno lainnya.
Pelaksanaan agenda presentasi turut didukung oleh SIGAB Indonesia yang berperan dalam penyelenggaraan acara serta fasilitasi diskusi.
Momentum ini menjadi wujud kolaborasi multipihak untuk mendorong pemberdayaan ekonomi lokal melalui pengembangan kapasitas pelaku usaha.
Penutupan kegiatan ini menegaskan komitmen keberlanjutan program, di mana mahasiswa dan pihak terkait tetap membuka ruang komunikasi dan sinergi untuk membantu UMKM Keripik Difas berkembang lebih kompetitif melalui pengelolaan usaha yang profesional dan strategi pemasaran yang adaptif.
Keterlibatan Masyarakat dan Dampak Kegiatan
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa, pemilik usaha, serta masyarakat setempat. Melalui proses edukasi, kerja sama, dan praktik langsung, UMKM Keripik Difas mulai menunjukkan perkembangan dalam kerapian pencatatan transaksi, perluasan jangkauan promosi melalui media sosial, serta peningkatan tampilan kemasan produk.
Selain itu, dukungan pendampingan juga mencakup pembuatan titik Google Maps untuk rumah produksi agar mudah ditemukan konsumen, pembuatan desain nota universal bagi seluruh UMKM yang tergabung dalam KDK Bersinar Sukoreno, pemasangan banner promosi, serta pembuatan desain stiker dan kemasan banner sebagai upaya memperkuat identitas produk.
Seluruh rangkaian kegiatan ini mendorong UMKM untuk semakin siap bersaing dan berkembang melalui pengelolaan usaha yang lebih profesional dan modern.
Komitmen UNY terhadap Pembangunan Berkelanjutan
Universitas Negeri Yogyakarta terus berkomitmen mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan melalui pendidikan, pemberdayaan, dan kolaborasi lintas sektor.
Melalui kegiatan pendampingan UMKM seperti ini, UNY berharap kemitraan antara mahasiswa dan masyarakat dapat terus berkembang, memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, dan menjadi model pengabdian berkelanjutan di masa mendatang.
Dokumentasi
- Link YouTube
https://youtu.be/74-XgO8Sv54?si=SGplykrKAT5aXVjO - Link Google Drive
https://drive.google.com/drive/folders/1HwciKG5msmAmh6LYAaJgDEBNVn8HqX-K
Penulis:
1. Mei Rina Insani (24010830059)
2. Laily Aysha Amalia (24010830010)
3. Dyah Marwanti (24010830025)
4. Novita Dwi Ramadhani (24010830026)
5. Hanifa Salsabila Azzahra (24010830044)
Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Yogyakarta
Dosen Pengampu: Dr. Drs. Hiryanto M.Si
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
The post Mahasiswa UNY Kelas Kreatif UMKM Desa: Kemitraan Mahasiswa dan Masyarakat dalam Mendukung Pekerjaan Layak appeared first on Media Mahasiswa Indonesia.