Apa bukti Soeharto terlibat pembantaian massal 1965? – bbc indonesia
Soeharto dianggap tidak terlibat dalam genosida politik 1965 yang menyebabkan jutaan orang hilang, tewas, serta dipenjara tanpa melewati proses peradilan. BBC News Indonesia menelusuri sejumlah penelitian, buku, dokumen rahasia yang sudah dirilis, serta mewawancarai sejarawan maupun akademisi untuk mengetahui kebenaran klaim tersebut.
Hasilnya: Soeharto dengan sadar memerintahkan pembersihan—berujung pembantaian—kepada anggota, simpatisan, hingga yang dituding Partai Komunis Indonesia (PKI).
Kotak Pandora Dokumen Rahasia AS tentang G30S, Penggulingan Sukarno / Kudeta Soeharto dan Genosida 1965-1966 I Genosida Politik 65-66
Resensi – Tinjauan Buku The Jakarta Method – Vincent Bevins / Metode Jakarta : Amerika Serikat, Pembantaian 1965, dan Dunia Global Kita Sekarang
.[Book Review – Tinjauan Buku/Resensi] Propaganda dan Genosida di Indonesia : Sejarah Rekayasa Hantu 1965 – Nursyahbani Katjasungkana dan Saskia E. Wieringa
Riset Sejarah Visual Genosida 1965-1966 di Indonesia oleh Douglas Kammen, Geoffrey Robinson *Exposed: A Visual History of the Destruction of the Indonesian Left
Kompilasi Jess Melvin & Tinjauan Berkas Genosida Indonesia – Mekanika Pembunuhan Massal 1965-1966 / The Army and the Indonesian Genocide Mechanics of Mass Murder
info grafis bersumber dari presentasi Jess Melvin “The Army and the Indonesian Genocide : Major Findings and New Directions” . (unduh)

Buku ini menggugurkan narasi militer yang menjadi propaganda resmi pemerintah Indonesia tentang pembunuhan massal 1965– 1966 berdasar arsip militer sendiri. Arsip setebal 3.000 halaman yang ditemukan di bekas gedung Badan Intelijen Indonesia di Banda Aceh tersebut untuk pertama kalinya digunakan untuk merekonstruksi secara rinci narasi pembunuhan 1965–1966. Dari perintah dan catatan militer, serta kisah-kisah yang belum pernah didengar yang disuarakan 70 penyintas G30S di Aceh, buku ini dengan gamblang menyatakan bahwa pembantaian 1965–1966 merupakan kasus genosida, sebagaimana definisi yang termaktub dalam Konvensi Genosida 1948. “Secara mengejutkan, Melvin berhasil menjelaskan dua hal yang, setidaknya bagi saya, hanya samar-samar diketahui. Dua hal itu adalah pentingnya posisi Aceh dalam pertarungan ideologis dan transformasi politik lokal yang membuat elite masyarakat Aceh merasa lebih berutang kepada kaum militer ketimbang kepada Sukarno.” — Fachry Ali, Pengamat Politik-Ekonomi dan Sejarah
“Buku Melvin merupakan terobosan dramatis dalam pemahaman kita tentang pembantaian 1965–1966 di Indonesia. Ia memanfaatkan sumber baru, yaitu arsip militer untuk menunjukkan secara kuat bahwa militer Indonesia sangat terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembantaian kaum komunis Indonesia. Dalam prosesnya, militer memanipulasi opini publik baik di dalam maupun di luar negeri demi menyembunyikan peranannya dalam genosida.”
—Robert Cribb, Australian Nasional University, Australia
“Buku ini merupakan terobosan untuk kajian tentang pembunuhan massal 1965-1966. Melvin sudah menemukan banyak bukti baru dan memanfaatkan secara optimal studi kasus di Provoinsi Aceh untuk mengungkap aspek-aspek tersembunyi dari pengambilan keputusan di tingkat nasional. Ia mengajukan argumen yang orisinil bahwa pembunuhan massal harus dipahami sebagai genosida. Buku ini bukan sekedar sumbangsih biasa bagi sejarah Indonesia- buku ini mengubah tatanan. –
John Roosa, University of British Colombia, Kanada
“Tampaknya mustahil untuk melebih-lebihkan pentingnya hasil kerja Melvin yang monumental sekaligus terasa memilukan… Hasil kerjanya mengubah pemahaman kita tentang sejarah, identitas, dan politik Indonesia. Jess Melvin telah menyusun salah satu kajian terbaik tentang genosida.”
Joshua Oppenheimer, sutradara peraih nominasi Academy Award, The Act of Killing (2012) dan The Look of Silence (2014)
Jurnal Sidang Rakyat Internasional 1965 – International People’s Tribunal on Crimes Against Humanity in Indonesia 1965 #IPT1965
Tinjauan Buku / Resensi (Book Review) Musim Menjagal : Sejarah Pembunuhan Massal di Indonesia 1965-1966 / The Killing Season – Geoffrey Robinson
simak pula
Komprehensif] Kejahatan Kemanusiaan dan Genosida 1965 (-1969) – Komnas HAM, Komnas Perempuan dan IPT (Tribunal Rakyat Internasional) 1965
Menurut laporan Sarwo Edhi sendiri, operasi penumpasan PKI yang dilakukannya memakan hingga 3 juta korban jiwa. Korban tersebut disebutkan berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.
dipetik dari Peran Sarwo Edhi Wibowo dalam Penumpasan G30S – kompas.com
Berapa Jumlah Korban Pembantaian Massal 1965-66? [Bukan Cuma Angka, Mereka Bernama dan Sepenuhnya Manusia] / Genosida Politik 1965-1966
periksa pula
Academic Articles [online] on Indonesian Massacre/Genocide 1965-1966
Asvi Warman Adam,Baskara T. Wardaya, Ariel Heryanto,Robert Cribb, Annie Pohlman, John Roosa, Saksia Wieringa, Katharine McGregor, Peter Dale Scott, Benedict Anderson, Vannessa Hearman, Jess Melvin, Noam Chomsky, Bradley Simpson, Geoffrey Robinson, Greg Poulgrain, Alex de Jong, Andre Vltchek, Taomo Zhou , Soe Tjen Marching, Peter Kasenda, Aiko Kurasawa, Vijay Prashad, Akihisa Matsuno , Ruth Indiah Rahayu, Nathaniel Mehr, Adam Hughes Henry , Henri Chambert-Loir, Wim F.Wertheim, Steven Farram, Sri Lestari Wahyuningroem , Joss Wibisono, Leslie Dwyer – Degung Santikarma, Vincent Bevins,Wijaya Herlambang, Budiawan, Ong Hok Ham, Rex Mortimer, Olle Törnquist, Max Lane, Hilmar Farid , Michael G. Vann , Gerry van Klinken, Grace Leksana, Ken Setiawan, Ayu Ratih, Yosef Djakababa, Aan Anshori, Muhammad Al-Fayyadl, Roy Murtadho, Deirdre Griswold , David T. Hill, Yoseph Yapi Taum, Aboeprijadi Santoso, Adrian Vickers, John Gittings, Jemma Purdey, Henk Schulte Nordholt, Martijn Eickhoff, Made Surpriatma, Dahlia Gratia Setiyawan, Uğur Ümit Üngör, Manunggal Kusuma Wardaya, Gloria Truly Estrelita, Wulan Dirgantoro, Kar Yen Leong, Muhidin M. Dahlan, Dhianita Kusuma Pertiwi, Elsa Clavé, Justin L. Wejak, Douglas Kammen, Martin Suryajaya,Chris Wibisana, Satriono Priyo Utomo ,Elizabeth F. Drexler, Willy Alfarius, Dian Purba, Alvino Kusumabrata, Yenny Narny, Matthew Woolgar

