Islam Memberi Perhatian Besar terhadap Pendidikan – Muslimah News

Muslimah News, NASIONAL— Aktivis dakwah nasional Iffah Ainur Rochmah menegaskan bahwa Islam memberi perhatian besar terhadap pendidikan. Hal itu disampaikannya dalam acara Bincang Hangat Tokoh Muslimah dengan tajuk, “Krisis Pendidikan Karakter, Islam Hadir sebagai Solusi” di Jakarta, Jumat (14-11-2025).

Acara yang diselenggarakan secara hibrida itu dihadiri ratusan tokoh nasional lintas profesi. Iffah juga menekankan bahwa dalam Islam, pendidikan merupakan pilar utama pembentukan umat. ”Fungsi pendidikan bagi sebuah bangsa adalah pertama, transfer nilai-nilai, keyakinan, dan ideologi. Kedua, penentu karakter umat, termasuk generasinya. Ketiga, tulang punggung pembangunan dan kemajuan,” jelasnya.

Haram

Ia mengingatkan, haram bagi umat Islam mengambil nilai, keyakinan, dan prinsip dari luar Islam dalam menata pendidikan. ”Pendidikan Islam wajib diterapkan secara utuh,” tandasnya.

Pendidikan dalam kehidupan umat Islam, kata Iffah, adalah hukum syariat untuk melaksanakan perintah taklim, tarbiah, dan ta’dib dalam rangka mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya. ”Tujuannya untuk membentuk karakter sebagai abdullah, khalifah fil ’ardh, dan generasi khairu ummah,” terangnya.

Tujuan itu, sambungnya, diungkap dalam ribuan ayat dalam Al-Qur’an dan hadis. Para ulama di abad ke-5 dan ke-6 H, ucap Iffah, mereka banyak menulis kitab-kitab yang disarikan dari ribuan ayat dan hadis tersebut sebagai panduan dalam membangun karakter generasi. “Kitab-kitab tersebut saat itu diadopsi oleh negara (Khilafah) sebagai panduan sehingga hasilnya luar biasa,” ujarnya bangga.

Pelaksana pendidikan Islam, lanjutnya, adalah keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara sebagai penanggung jawab. ”Dalam kitab Ususu at-Ta’liim al-Manhajii fii Daulati al-Khilaafah, Syekh Atha bin Khalil menggambarkan bagaimana negara mewujudkan sistem pendidikan yang tidak hanya melibatkan sekolah, tetapi juga keluarga dan masyarakat yang semua dalam desain negara,” paparnya.

Menurutnya, pendidikan dalam Islam bukanlah menyusun materi pendidikan sesuai arahan para ahli pendidikan, bukan juga sekadar mendatangkan para ahli kemudian diatur bagaimana agar anak didik dapat dunia dan akhirat. “Kalau berbicara tentang pendidikan Islam sebenarnya sedang membicarakan tentang hukum-hukum syariat, tentang perintah dan larangan Allah yang berkaitan dengan taklim, tarbiah, dan ta’dib,” paparnya.

Belum Berhasil

Melihat fakta saat ini, Iffah menilai, meski sudah banyak lembaga pendidikan Islam, baik sekolah maupun pesantren yang mengajarkan tentang karakter generasi Islam, tetapi berhasil mencetak generasi ideal sesuai tuntutan Islam. “Pendidik di rumah, yaitu orang tua dan keluarga juga belum mampu membangun karakter generasi sesuai Islam,” imbuhnya.

Ditambah lagi, ujar Iffah, media massa menggempur dengan nilai, pemikiran, dan ideologi liberal, moderat. Sistem pendidikan yang ada, lanjutnya, juga gagal, hanya menghasilkan generasi rapuh karena mendapat pendidikan “gado-gado”, tampak penurut dan dianggap salih, nyatanya gagal menghadapi masalah dirinya. “Ini makin membuktikan bahwa pendidikan karakter sesuai Islam tidak cukup dijalankan oleh keluarga atau sekolah, tetapi harus dikomandani oleh negara, yakni di dalam sistem Khilafah,” tukasnya.

Khalifah, ucapnya, menempatkan pendidikan sebagai layanan umat yang benar-benar mendapatkan perhatian yang besar karena menentukan generasi masa depan. “Dipastikan kurikulumnya, pembiayaannya, medianya sehingga hanya negara yang bisa melakukan itu,” cetusnya.

Ia menjelaskan, praktik terbaik pendidikan karakter ada pada era Rasulullah saw. dan Khilafah Islamiah. ”Pendidikan masa Khilafah Abbasiyah menghasilkan generasi ahli berbagai disiplin ilmu. Pada masa Khilafah Utsmani, Turki menjadi negeri yang penduduknya paling bahagia,” pungkasnya. [MNews/IA]