Arti Ingatan dan Kematian Mbah Kus-Mbah Kam dalam Dokumenter You and I |Magdalene id – Perpustakaan Online Genosida 1965-1966

You and I (2020) karya Fanny Chotimah adalah dokumenter 1965 yang merekam sejarah besar lewat momen intim sepasang perempuan tua. Alih-alih menghadirkan testimoni penuh trauma atau arsip kekerasan, film ini justru memilih cara sederhana: mengikuti keseharian dua eks-tapol, Kusdalini dan Kaminah.

Dari obrolan ringan, kegiatan saling merawat, hingga tubuh yang menua, kamera merekam bagaimana mereka bertahan hidup dalam dunia yang pernah menolak keberadaan keduanya.

Di titik inilah You and I terasa radikal. Film ini bukan sekadar dokumenter tentang penyintas 1965, tapi juga arsip queer yang merekam bentuk keluarga alternatif—berbasis cinta, perawatan, dan kebersamaan. Relasi Kusdalini dan Kaminah jadi catatan penting, bahwa ingatan kolektif bisa lahir bukan hanya dari arsip negara atau narasi besar sejarah, tapi juga dari ruang domestik yang intim.

Bagi generasi muda, You and I mengingatkan bahwa sejarah tidak pernah selesai ditulis. You and I layak ditonton, dibicarakan, dan diingat sebagai bagian penting dari film dokumenter Indonesia tentang tragedi 1965.

Dokumenter ‘You & I’ dan Masa Tua yang Tak Terelakkan – Chandra Aditya @magdalene.id

Film dokumenter ‘You & I’ adalah potret pilu sekaligus menghangatkan dari dua perempuan lansia penyintas peristiwa 1965.

simak pula

Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah (JASMERAH) : Kompilasi Resensi Film ‘You and I’ dan Wawancara Fanny Chotimah – Sang Sutradara.

[Webinar Warisan Ingatan]: Film dan 1965 bersama Adrian Jonathan Pasaribu dan Fanny Chotimah

‘Biografi’ Para Eksil 1965 Yang Dikisahkan Dalam Film Dokumenter The Exiles (Eksil) (2022) Karya Lola Amaria (Sutradara)