
Tulisan Mohammad Adi Putra (Statistisi Muda BPS OKI), terbit di Sriwijaya Post Tanggal 16 April 2025
Dominasi Sektor Pertanian di Bumi Bende Seguguk
Nama:
Mohammad Adi Putra
Status:
Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten OKI
Pentingnya Sektor Pertanian
Perekonomian di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sangat bergantung pada tiga sektor utama yaitu sektor pertanian (baca: pertanian, kehutanan dan perikanan), industri pengolahan, dan konstruksi. Dalam lima tahun terakhir, kontribusi sektor pertanian dalam perekonomian di Kabupaten OKI semakin menurun dari tahun ke tahun. Walaupun semakin menurunnya kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku (PDRB ADHB), sektor ini masih berperan sangat penting dalam menopang pereknomian di Kabupaten OKI yang mayoritas masih merupakan daerah perdesaan.
Dalam beberapa tahun kedepan sektor pertanian akan menghadapi berbagai kendala yang semakin besar yang diakibatkan oleh pembangunan sehingga semakin sempitnya lahan pertanian dikarenakan berubahnya fungsi lahan menjadi lahan perumahan, lahan industri dan jalan. Selain itu, kecenderungan anak-anak muda di perdesaan juga mulai enggan untuk bekerja di sektor pertanian dan mulai meninggalkan perdesaan untuk mencari pekerjaan lebih baik di daerah perkotaan.
Hasil rilis Kabupaten Ogan Komering Ilir Dalam Angka Tahun 2025 menyatakan bahwa kontribusi sektor pertanian sebesar 54,48 persen pada tahun 2020 dan cenderung terus mengalami penurunan menjadi 44,71 persen pada tahun 2024. Walaupun sektor pertanian terus mengalami penurunan kontribusinya terhadap perekonomian di Kabupaten OKI, sektor ini tetap berkontribusi terbesar terhadap perekonomian di Kabupaten OKI. Selain itu, sektor pertanian sangat berperan dalam penanggulangan kemiskinan dan merupakan sektor padat karya karena dapat menyerap banyak tenaga kerja. Hal ini ditunjukkan oleh hasil survei angkatan kerja nasional (SAKERNAS) Agustus 2024 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik, sebanyak 268.736 jiwa atau sekitar 65,71 persen penduduk berumur 15 tahun ke atas di Kabupaten OKI yang bekerja di sektor pertanian.
Selain itu, sektor pertanian berperan penting dalam menyediakan kebutuhan pokok terutama tanaman pangan. Salah satu komoditas tanaman pangan unggulan di Kabupaten OKI adalah beras. Beras merupakan komoditas pangan utama yang memiliki peran vital dalam kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya di daerah-daerah penghasil beras seperti di Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya, Teluk Gelam, Tanjung Lubuk dan Air Sugihan.
Tren Produktivitas Beras di Kabupaten Ogan Komering Ilir
Berdasarkan hasil rilis Berita Resmi Statistik (BRS) ”Luas Panen dan Produksi Padi di Provinsi Sumatera Selatan 2024 (Angka Tetap)” pada 3 Maret 2025 oleh BPS Provinsi Sumatera Selatan, dalam lima tahun terakhir tren produktivitas beras di Kabupaten OKI menunjukkan fluktuasi yang cukup menarik dalam beberapa tahun terakhir dan cenderung mengalami peningkatan. Pada tahun 2020 produktivitas gabah kering giling (GKG) sebesar 54,50 Ku/Ha dan pada tahun 2024 meningkat menjadi 59,17 Ku/Ha atau mengalami peningkatan sebesar 8.56 persen dibandingkan tahun 2020.
Pada tahun 2024, produktivitas GKG di Kabupaten OKI sebesar menempati urutan ke tiga terbesar di Provinsi Sumatera Selatan setelah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) sebesar 65,65 Ku/Ha dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) sebesar 62,30 Ku/Ha. Peningkatan ini mencerminkan adanya upaya perbaikan dalam teknologi pertanian, penggunaan varietas padi unggul, serta peningkatan sistem irigasi dan pemupukan yang lebih efisien. Hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten OKI memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan hasil produksi berasnya, yang pada gilirannya berkontribusi terhadap pencapaian ketahanan pangan di tingkat Provinsi Sumatera Selatan bahkan tingkat Nasional.
Luas Panen dan Produksi Beras di Kabupaten Ogan Komering Ilir pada Tahun 2024
Kabupaten OKI merupakan kabupaten yang memiliki luas wilayah terluas di Provinsi Sumatera Selatan. Meskipun memiliki wilayah terluas, luas panen padi di Kabupaten OKI hanya tercatat sebesar 97.822 hektar dan berada diposisi ketiga di bawah Kabupaten Banyuasin dengan luas panen sebesar 185.232 hektar dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur dengan luas panen sebesar 111.432 hektar. Dengan tingginya produktivitas dan luasnya luas panen membuat tingginya produksi beras di Kabupaten OKI. Pada tahun 2024, produksi GKG di Kabupaten OKI mencapai 578.805,35 ton dan kembali menempati peringkat ketiga dalam besarnya produksi di Provinsi Sumatera Selatan setelah Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Tingginya produksi beras yang diproduksi di Kabupaten OKI sudah dapat mencukupi kebutuhan dalam kabupaten bahkan membantu mencukupi kebutuhan beras di Provinsi Sumatera Selatan dan bahkan Nasional. Angka ini memberikan gambaran yang jelas mengenai kontribusi sektor pertanian padi terhadap perekonomian lokal di Kabupaten OKI, yang memiliki jumlah penduduk yang bergantung pada sektor pertanian sebagai mata pencaharian utama.
Meskipun angka produksi beras yang tercatat cukup signifikan, penting untuk menyelisik lebih dalam bahwa tantangan dalam menjaga stabilitas harga beras dan memastikan distribusinya secara merata tetap menjadi isu utama. Produksi yang melimpah belum tentu menjamin keberlanjutan ketahanan pangan jika masalah-masalah seperti fluktuasi harga, kendala distribusi, dan infrastruktur yang belum memadai tidak segera diatasi.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Produksi Beras di Kabupaten OKI
Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi hasil pertanian padi di Kabupaten OKI. Salah satunya adalah kondisi cuaca, yang seringkali tidak dapat diprediksi dan berpotensi menyebabkan gagal panen atau penurunan kualitas beras. Selain itu, keberlanjutan penggunaan lahan dan konservasi sumber daya alam juga menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan. Penggunaan lahan secara berkelanjutan dan perbaikan teknik budidaya padi yang ramah lingkungan adalah kunci untuk memastikan bahwa produksi beras dapat terus ditingkatkan tanpa merusak ekosistem.
Selain itu, kebijakan pemerintah yang mendukung sektor pertanian melalui subsidi pupuk, bantuan untuk infrastruktur irigasi, dan penyuluhan pertanian juga memiliki peran besar dalam meningkatkan hasil pertanian. Kemajuan teknologi pertanian, seperti penggunaan mesin panen yang efisien dan varietas padi yang lebih tahan terhadap hama dan penyakit, juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas. Kolaborasi antara pemerintah, petani, dan sektor swasta juga sangat penting dalam menciptakan sistem pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Oleh karena itu, dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) sebaiknya memasukan program-program di sektor pertanian khususnya tanaman pangan yaitu beras. Peningkatan produktivitas dan penambahan luas sawah dengan menggunakan teknologi terbaru diharapkan dapat meningkatkan produksi beras di Kabupaten OKI pada tahun 2025 ini. Setelah dilakukan upaya-upaya peningkatan produksi beras tersebut nantinya dapat untuk memajukan kesejahteraan masyarakat di ”Bumi Bende Seguguk” dan swasembada beras yang berkelanjutan dapat tercipta.
Published by
