Dua mahasiswa Universitas Negeri Malang, yaitu Naja Jessyka Maulani Putri dan Fajar Dio Wahyu Tri Amukti, berhasil melaksanakan tugas pendampingan usaha mikro dalam program Satuan Digital Strategi dan Inovasi Universitas Negeri Malang, atau yang dikenal sebagai SDIGI, khususnya pada butir program penguatan kapasitas usaha melalui digitalisasi dan inovasi operasional.
Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan secara langsung pada Usaha Mikro De Jenangs, usaha kuliner yang berlokasi di Jalan Kakak Tua Ut Nomor 38, Kecamatan Sukun, Kota Malang, dan berlangsung selama satu bulan penuh dengan pendekatan pendampingan yang sangat terstruktur.
Usaha Mikro De Jenangs, yang didirikan oleh Syaiful Islam, merupakan usaha jenang tradisional yang dikembangkan menjadi berbagai varian modern, seperti jenang ketan hitam, jenang mutiara, jenang sumsum, hingga minuman olahan jenang yang dikombinasikan dengan susu, santan manis, atau krimer.
Meskipun memiliki kreativitas produk dan potensi pasar yang kuat, usaha ini masih menghadapi sejumlah kendala dalam aspek manajerial, pemasaran digital, penataan identitas visual usaha, serta pencatatan keuangan yang masih dilakukan secara manual.
Secara keseluruhan, upaya pemecahan permasalahan tersebut berorientasi pada penguatan kapasitas manajerial, efisiensi operasional, serta peningkatan daya saing digital UMKM.
Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong De Jenangs menjadi usaha yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan pasar, sekaligus memperkuat posisi merek dalam sektor kuliner tradisional berbasis inovasi digital.
Dalam artikel Pendampingan Pengembangan Pemasaran Usaha Mikro terhadap Peningkatan Minat Pembeli pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kopikos Kota Malang, Winarno dan Hermawan menjelaskan bahwa pendampingan pemasaran yang terarah mampu meningkatkan minat beli melalui optimalisasi strategi komunikasi dan pemanfaatan media digital.
Temuan tersebut diperkuat oleh penelitian berjudul Pendampingan Manajemen Usaha untuk Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Seleud di Sawo Jajar Kota Malang, di mana Winarno dan Hermawan menegaskan bahwa penguatan kapasitas manajerial melalui pendampingan langsung berperan signifikan dalam meningkatkan efektivitas operasional.
Selain itu, melalui karya ilmiah berjudul Permudah Layanan dan Perluasan Pasar melalui Pemanfaatan Teknologi Digital pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Uhat Kabupaten Malang, keduanya menekankan bahwa adaptasi digital melalui proses pendampingan dapat memperluas akses pasar dan meningkatkan kemudahan layanan bagi konsumen.
Penjelasan tersebut konsisten dengan artikel Digitalisasi Pemasaran untuk Meningkatkan Kinerja Usaha Mikro Omah Dawet Ireng di Kawasan Kampoeng Heritage Kajoetangan Kota Malang, di mana Winarno menunjukkan bahwa digitalisasi pemasaran yang diperkuat melalui pendampingan menghasilkan peningkatan kinerja usaha secara terukur.
Selaras dengan itu, dalam publikasi Pendampingan Branding dan Konten Pemasaran Digital Kampung Wisata Binong Berbasis Participatory Action Research, Hermawan menegaskan bahwa pendampingan yang melibatkan partisipasi komunitas mampu memperkuat identitas merek dan meningkatkan daya tarik pemasaran digital secara berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan Pengembangan Wawasan Manajerial pada UMKM De Jenangs tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas pengelolaan usaha, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kesiapan digital sesuai kerangka Strategi Digitalisasi UMKM (SDIGI).
Berdasarkan rangkaian kegiatan yang dilakukan, pendampingan ini secara substantif mencakup tiga pilar utama SDIGI.
Pertama, pendampingan masuk dalam SDIGI Pilar 3 mengenai digitalisasi pemasaran, yang tercermin melalui rebranding media sosial, pembuatan konten visual, optimalisasi platform digital, seperti Instagram, TikTok, dan layanan pesan antar, serta pengembangan website sebagai identitas digital usaha.
Kedua, kegiatan juga memenuhi SDIGI Pilar 2 terkait digitalisasi operasional dan manajemen, melalui penyusunan ulang daftar menu, pembuatan banner, penataan alur pelayanan, penyediaan media informasi digital, serta pendampingan dalam pengelolaan pesanan dan penyusunan Harga Pokok Penjualan Total.
Ketiga, pendampingan turut mendukung SDIGI Pilar 4 mengenai digitalisasi keuangan, melalui pelatihan pencatatan keuangan digital dan penggunaan jurnal keuangan untuk meningkatkan akurasi, transparansi, dan efisiensi pengelolaan arus kas.
Dengan demikian, kegiatan Pengembangan Wawasan Manajerial ini tidak hanya memberikan peningkatan kompetensi manajerial, tetapi juga memastikan bahwa UMKM De Jenangs bergerak menuju transformasi digital yang terarah dan sesuai prioritas SDIGI.
Pelaksanaan program pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Negeri Malang, yaitu Naja Jessyka Maulani Putri dan Fajar Dio Wahyu Tri Amukti, berlangsung melalui sembilan rangkaian kegiatan yang saling berkesinambungan.
Seluruh kegiatan tersebut dirancang untuk mengidentifikasi permasalahan, membangun solusi manajerial, serta menerapkan strategi digital yang selaras dengan tujuan penguatan usaha.
Setiap kegiatan dilaksanakan secara sistematis sesuai alur kerja program Satuan Digital Strategi dan Inovasi Universitas Negeri Malang.
Kegiatan pertama dimulai dengan proses wawancara dan pemetaan masalah bersama pemilik usaha.
Pada tahap ini, mahasiswa menggali informasi mengenai kendala usaha, mulai dari keterbatasan tenaga kerja, kurangnya promosi digital, penataan produk yang belum optimal, hingga masalah pencatatan keuangan yang masih dilakukan secara manual.
Wawancara tersebut memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi internal usaha dan menjadi dasar penyusunan langkah kerja selanjutnya.

Kegiatan kedua dilaksanakan melalui observasi lapangan dan analisis terhadap perilaku konsumen serta aktivitas media sosial.
Mahasiswa meninjau interaksi pelanggan, pola pembelian, dan kualitas konten pada platform seperti Instagram dan TikTok.
Dari kegiatan ini ditemukan bahwa tampilan konten masih kurang menarik, identitas visual belum konsisten, dan jangkauan promosi masih rendah. Analisis tersebut menjadi rujukan utama dalam penyusunan strategi digital berikutnya.
Pada platform TikTok, hasil pengamatan menunjukkan performa yang jauh lebih baik dibandingkan Facebook dan Instagram.
Akun TikTok De Jenangs Malang mencatat engagement rate sebesar 6,6%, dengan total 327 ribu suka (likes) dan 197 ribu komentar, dari jumlah pengikut sebanyak 272 akun.
Data ini memperlihatkan bahwa TikTok menjadi media yang paling efektif dalam menjangkau dan menarik perhatian konsumen.
Berdasarkan hasil pengamatan, konten yang diunggah di TikTok memiliki daya tarik lebih tinggi karena menampilkan visual produk yang menarik serta disertai gaya penyajian yang mengikuti tren konten kekinian.
Format video pendek dan penggunaan musik yang sesuai juga meningkatkan daya tarik konten, sehingga memicu interaksi tinggi dari pengguna.
Hasil observasi pada platform Facebook menunjukkan bahwa akun De Jenangs memiliki engagement rate sebesar 2,47% dengan rata-rata 0,22 suka (likes) dan 0 komentar dari 18 unggahan terakhir.
Jumlah pengikut akun ini masih tergolong rendah, yaitu 9 akun. Meskipun terdapat tingkat keterlibatan kecil dari audiens, aktivitas interaksi belum maksimal karena minimnya komentar atau bentuk partisipasi lain dari pengguna.
Berdasarkan pengamatan, konten yang diunggah cenderung bersifat informatif tanpa elemen visual yang menarik, sehingga belum mampu menarik minat interaksi secara luas.
Sementara itu, hasil observasi pada platform Instagram menunjukkan engagement rate sebesar 0,36% dengan rata-rata 23 ribu suka (likes) dan 251 komentar dari total 1.500 pengikut.
Nilai ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat interaksi dari pengguna, proporsinya masih tergolong rendah dibandingkan jumlah pengikut yang cukup banyak.
Hal ini menandakan bahwa aktivitas akun Instagram belum konsisten dalam frekuensi unggahan dan belum sepenuhnya memanfaatkan fitur-fitur interaktif, seperti Instagram Reels, Stories, dan Live.
Dari hasil pengamatan, sebagian besar konten berfokus pada foto produk, namun belum menonjolkan narasi visual (storytelling) yang dapat menarik perhatian konsumen secara emosional.
Dari hasil riset pasar ini, dapat disimpulkan bahwa audiens De Jenangs cenderung berasal dari segmen pengguna muda yang aktif di TikTok, yang tertarik pada konten dinamis, kreatif, dan bersifat visual.
Oleh karena itu, strategi pemasaran digital yang berfokus pada penguatan konten video, penggunaan musik yang relevan, serta collaboration content dengan kreator lokal dinilai paling sesuai untuk meningkatkan daya jangkau dan penjualan produk De Jenangs di masa mendatang.



Kegiatan ketiga berfokus pada penyusunan harga pokok penjualan total untuk seluruh produk De Jenangs.
Mahasiswa menghitung secara terperinci biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya kemasan, hingga biaya operasional lain yang memengaruhi keuntungan usaha.
Hasil perhitungan ini menjadi acuan bagi pemilik usaha dalam menentukan harga jual yang lebih rasional dan kompetitif di pasar.

Kegiatan keempat diarahkan pada pembuatan banner promosi usaha. Banner didesain dengan tampilan profesional, warna selaras dengan identitas usaha, serta memuat informasi yang mudah dipahami pelanggan.
Perubahan tampilan banner ini tidak hanya memperkuat citra visual usaha, tetapi juga memudahkan pelanggan mengenali produk dan lokasi usaha.

Kegiatan kelima dilakukan dengan merancang ulang daftar menu. Sebelumnya, daftar menu memiliki tampilan sederhana dan sulit dibaca oleh pengunjung.
Mahasiswa menyusun daftar menu yang lebih estetis, terstruktur, dan informatif. Desain baru tersebut dicetak dengan kualitas yang lebih baik kemudian ditempatkan pada area tampilan untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan dalam memilih produk.

Kegiatan keenam dilaksanakan melalui kerja sama promosi dengan pemengaruh kuliner lokal. Mahasiswa mengatur proses kolaborasi, mulai dari pemilihan pemengaruh yang relevan hingga pembuatan konten ulasan produk.
Kolaborasi ini memberikan peningkatan jangkauan pemasaran dan membantu De Jenangs dikenal masyarakat yang lebih luas melalui media sosial.

Kegiatan ketujuh berupa penyediaan perangkat tampilan digital berupa layar meja. Perangkat ini digunakan untuk menampilkan menu dalam bentuk digital, sehingga menambah kesan modern dan profesional pada usaha.
Kehadiran media digital ini sekaligus menarik perhatian pelanggan dan memperkuat citra usaha yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Kegiatan kedelapan dilakukan melalui pembuatan dan pemasangan stiker identitas usaha.
Stiker ditempatkan pada bagian etalase depan sehingga memperjelas identitas visual De Jenangs dan meningkatkan daya tarik tampilan toko. Hal ini membantu pelanggan baru mengenali usaha dengan lebih cepat.

Kegiatan kesembilan merupakan pemasangan logo kayu pada area depan usaha. Logo kayu dibuat dengan ukuran yang cukup besar agar terlihat jelas dan menjadi identitas permanen bagi De Jenangs.
Pemasangan logo ini menandai penyempurnaan identitas visual usaha dan memberikan kesan usaha yang lebih profesional dan terpercaya.
Kesembilan kegiatan tersebut membentuk satu rangkaian integratif yang memberikan perubahan nyata pada aspek manajerial, visual, dan digital De Jenangs.
Pendampingan yang dilakukan mahasiswa tidak hanya memberikan solusi jangka pendek, tetapi juga membekali pemilik usaha dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola usaha secara lebih terstruktur dan berbasis teknologi.

Pendampingan ini berada di bawah bimbingan Prof. Dr. Agung Winarno, M.M. dan Dr. Agus Hermawan, GradDipMgt., M.Si., Mbus., dosen Program Studi Manajemen Universitas Negeri Malang. Prof. Dr. Agung Winarno, M.M. menyampaikan bahwa kegiatan ini telah dilaksanakan secara terarah dan sesuai kebutuhan pengembangan usaha.
“Pendampingan yang dilakukan mahasiswa sudah memenuhi indikator penguatan manajerial dan mampu memberikan hasil nyata bagi pemilik Usaha Mikro De Jenangs,” ujarnya.
Dr. Agus Hermawan, GradDipMgt., M.Si., Mbus. menambahkan bahwa penerapan digitalisasi menjadi aspek penting dalam pendampingan ini.
“Mahasiswa telah memberikan solusi yang tepat dan relevan, terutama dalam transformasi digital yang dibutuhkan oleh usaha mikro agar dapat bersaing,” tuturnya.
Pemilik usaha, Syaiful Islam, juga memberikan komentar serupa. Ia menjelaskan bahwa tampilan usaha menjadi jauh lebih profesional, penataan produk lebih rapi, dan pelanggan semakin mudah memahami informasi mengenai menu dan harga.
Pemasangan logo kayu, stiker identitas, perangkat tampilan digital, dan daftar menu baru membuat usaha terlihat lebih modern, teratur, dan menarik bagi pelanggan baru maupun pelanggan lama.
Selain perubahan visual, pendampingan ini juga menghasilkan peningkatan penjualan dalam dua minggu terakhir operasional, dengan total pendapatan sebesar Tiga Juta Tujuh Ratus Tujuh Puluh Satu Ribu Rupiah dan jumlah laba bersih sebesar Tiga Juta Tiga Ratus Tujuh Puluh Satu Ribu Enam Ratus Rupiah, dengan margin keuntungan mencapai Delapan Puluh Sembilan Persen.
Pendampingan yang dilakukan oleh Naja Jessyka dan Fajar Dio membuktikan bahwa mahasiswa Universitas Negeri Malang mampu memberikan kontribusi nyata dalam penguatan ekonomi masyarakat melalui pendekatan digital dan manajerial yang menyeluruh.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa program SDIGI tidak hanya menjadi wacana akademik, tetapi diterapkan secara langsung dan menghasilkan perubahan nyata pada usaha mikro, seperti De Jenangs.
Penulis:
1. Fajar Dio Wahyu Tri Amukti (240413816086)
2. Naja Jessyka Maulani Putri (240413803075)
Mahasiswa Magister Prodi Manajemen, Universitas Negeri Malang
Dosen Pengampu:
1. Prof. Dr. Agung Winarno, M.M.
2. Dr. Agus Hermawan, GradDipMgt., M.Si., Mbus.
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
The post Mahasiswa UM Wujudkan Transformasi Digital UMKM De Jenangs di Kota Malang appeared first on Media Mahasiswa Indonesia.