
Maraknya Kasus Pinjol di Kalangan Mahasiswa
Gaya hidup adalah bagian dari kebutuhan sekunder manusia yang bisa berubah tergantung zaman atau keinginan seseorang untuk mengubah gaya hidupnya. Gaya hidup mahasiswapun juga dipengaruhi oleh lingkup pertemanan. Adanya pola kebiasaan yang cenderung menginginkan hidup mewah dikalangan mahasiswa, misalnya berfoya-foya dan nongkrong di kafe, mall, dan plaza yang terkadang menjadi tuntutan untuk menjadi ajang adu status sosial di lingkungan pertemanan di antara sesama mahasiswa. Sikap hedonis atau konsumtif ini umumnya terjadi di kalangan mahasiswa kalangan atas atau mampu. Namun bagi mahasiswa kalangan biasa yang ingin berpenampilan mewah dan gaya hidup serba mahal karena gengsi, mereka harus memutar otak bagaimana mendapatkan uang dengan cara yang cepat. Salah satunya dengan pinjaman online. Hal ini lah yang menjadi pemicu banyaknya mahasiswa yang tergiur pinjaman online (pinjol). Karena selain prosesnya cepat, syarat yang diperlukan pun terbilang cukup mudah.
Namun, tanpa disadari dampak negatif dari terlilit pinjol sangat berbahaya. Dikarenakan saat kita mendaftar data pribadi kita juga akan ikut tersebar, yang menyebabkan tekanan psikis pada korban. Salah satu dampak negatif terbesar dari terjerat pinjol adalah masuk dalam siklus utang berkepanjangan. Ketergantungan pada pinjol untuk memenuhi kebutuhan keuangan dapat menyebabkan mahasiswa terjebak dalam hutang yang sulit untuk dilunasi. Selain itu, dampak psikologis bagi mereka yang terjerat pinjaman online bisa menimbulkan banyak masalah psikologis. Diawali dari stres dulu karena mereka harus mencari jalan keluar untuk melunasi hutang. Lalu, muncul kecemasan karena merasa sulit untuk melunasinya.
Maraknya kasus bunuh diri mahasiswa yang sering terjadi belakangan ini juga menjadi salah satu dampak negatif pinjol. Bahkan ada juga kasus pembunuhan mahasiswa kampus ternama yang membunuh adik tingkatnya dikarenakan terjerat pinjol. Saat kita mendaftar pinjol, otomatis data pribadi kita juga ikut tersebar luas. Karena hal inilah banyak dari mereka para korban pinjaman online yang memilih mengakhiri hidupnya karena sudah terlanjur malu dan putus asa.
Namun, banyak juga berbagai cara dapat dilakukan untuk menghindari terjerat pinjaman online seperti membuat rencana keuangan yang jelas serta disiplin, bergaya hidup sederhana dengan tidak termakan gengsi, mancari alternatif pendanaan lain yang terpercaya, dan lainnya.
____
Penulis : Nurul Cha / JW
Editor : Linda / JW
Desain : Diana / JW
____
Follow juga media sosial kami di,
Instagram : gemamahasiswa
Youtube : Gema Mahasiswa
G-mail : [email protected]
#GemaMahasiswa
BERANI BERKARYA 🖋️
