Bogor, MMI — MTs. Al-Ihsan kembali menggelar pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS masa bakti 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (14/11/2025) ini bukan hanya agenda rutin sekolah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran demokrasi sekaligus implementasi nyata dari teori kemampuan (ability), kecerdasan sosial dan emosional, kepercayaan, keadilan, serta etika organisasi pendidikan.
Kegiatan ini dibimbing langsung oleh Ashri Fathia, S.Pd., selaku Pembina OSIS MTs. Al-Ihsan. Selain aktif sebagai pembina, Ashri Fathia, S.Pd., juga merupakan mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan di Universitas Pamulang, yang menjalankan kegiatan ini sebagai bagian dari penerapan Materi Perkuliahan Perilaku Budaya Organisasi di lapangan.
Dengan demikian, pemilihan OSIS menjadi wadah integrasi antara teori akademik dan praktik nyata dalam organisasi sekolah.
Pemilihan berlangsung meriah dan tertib. Para calon ketua dan wakil OSIS menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam menyampaikan visi dan misi, menunjukkan kapasitas komunikasi, keberanian tampil, serta kemampuan memimpin. Aspek yang dalam kajian organisasi pendidikan dikategorikan sebagai kemampuan (ability).
Sesi debat terbuka antarpaslon menjadi momen penting untuk menguji kecerdasan sosial dan kecerdasan emosional para calon.
Baca Juga: Mengenal Gaya Kepemimpinan Visioner: Kunci Sukses Pemimpin di Era Society 5.0
Cara mereka memahami kebutuhan siswa, merespons kritik, menjaga sikap, hingga mengendalikan emosi menunjukkan kualitas kepemimpinan yang matang. Debat ini juga menjadi sarana siswa memahami pentingnya empati, kolaborasi, dan komunikasi yang beretika.
Di sisi lain, proses pemungutan suara memperlihatkan bagaimana kepercayaan (trust) menjadi dasar utama dalam memberikan mandat kepemimpinan.
Siswa memilih berdasarkan integritas, karakter, dan kemampuan calon, mencerminkan bahwa kepercayaan dalam komunitas sekolah menjadi modal sosial penting pada setiap proses demokrasi.

Seluruh tahapan pemilihan dilaksanakan secara adil dan transparan. Panitia memastikan bahwa semua calon mendapatkan kesempatan kampanye yang sama, aturan debat dijalankan dengan netral, dan penghitungan suara dilakukan secara terbuka. Prinsip keadilan serta etika dalam organisasi pendidikan benar-benar dijunjung tinggi dalam pelaksanaannya.
Bagi mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan, terutama bagi Ashri Fathia, S.Pd., yang terlibat langsung sebagai pembina, kegiatan ini menjadi contoh nyata penerapan materi kuliah ke dalam konteks organisasi sekolah.
Baca Juga: Pentingnya Manajemen dalam Organisasi: Kunci Efisiensi dan Produktivitas Perusahaan
Pemilihan OSIS menunjukkan bagaimana teori tentang kemampuan, kecerdasan sosial-emosional, kepercayaan, keadilan, dan etika dapat hidup dalam dinamika kepemimpinan siswa.
Dengan suksesnya kegiatan ini, MTs Al-Ihsan berharap OSIS masa bakti 2026/2027 dapat menghadirkan kepemimpinan yang inovatif, berintegritas, dan mampu menjadi teladan bagi seluruh warga madrasah.
Pemilihan ketua dan wakil OSIS menjadi bukti bahwa pendidikan karakter, etika, dan kompetensi kepemimpinan dapat tumbuh melalui proses demokrasi yang sehat dan berkeadilan.
Penulis: Ashri Fathia (251012700015)
Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Universitas Pamulang (UNPAM)
Dosen Pengampu: Dr. Sri Utaminingsih, S.H., S.Pd., M.M.Pd., M.H.
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
The post Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS sebagai Ajang Menguji Kecerdasan Sosial, Emosional, dan Etika Kepemimpinan Siswa MTs. Al-Ihsan Parungpanjang appeared first on Media Mahasiswa Indonesia.