SURAKARTA, MMI – Suasana di kampus Politeknik Akbara Surakarta pada Kamis (13/11/2025) tampak berbeda. Puluhan orang yang terdiri dari guru, relawan, dan mahasiswa berkumpul bukan untuk kuliah reguler, melainkan untuk mengikuti “Coaching Fasilitator” yang digelar oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Surakarta. Mereka adalah calon fasilitator untuk “Safe Steps Kids”, sebuah program kesiapsiagaan inovatif yang didukung oleh Prudential, IFRC, dan Cartoon Network.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini memadukan peserta dari berbagai latar belakang. Sekitar 20-an peserta, yang terdiri dari guru, relawan, serta mahasiswa, mengikuti kegiatan ini. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan mereka menjadi fasilitator yang akan memberikan edukasi kesiapsiagaan bencana, pertolongan pertama, dan mitigasi risiko lainnya kepada siswa Sekolah Dasar (SD). Inisiatif ini sejalan dengan salah satu fungsi utama berita, yaitu mendidik publik tentang kesiapsiagaan.
Barly, selaku Koordinator Program dari PMI Surakarta, menjelaskan bahwa mengajar anak-anak membutuhkan pendekatan khusus yang berbeda dari pembelajaran konvensional.
“Tujuan kegiatan ini adalah mempersiapkan teman-teman guru dan relawan ini supaya nanti mereka siap menjadi fasilitator di program ‘Safe Steps Kids’. Model penyampaian materi kan model-model games, jadi mereka harus belajar kembali,” ujar Barly.
Metode yang dilatihkan adalah “Micro Teaching” yang berpusat pada modul permainan interaktif yang disebut “Enam Wahana”. Para peserta dilatih untuk menyampaikan materi serius dengan cara yang “asik dan have fun”.
Semangat ini sangat dirasakan oleh para mahasiswa Politeknik Akbara yang berpartisipasi. Fauzan Bilal Mahmuda, mahasiswa Semester 1 Prodi Manajemen Penanggulangan Bencana (MPB), melihat ini sebagai panggilan langsung untuk menerapkan ilmunya.
Tujuannya (kami dilatih) untuk sosialisasi ke sekolah-sekolah dasar agar anak-anak tahu cara penanganan bencana itu kayak mana, misal ada kebakaran mereka udah tahu caranya gimana,” kata Fauzan.
Bagi mahasiswa senior, pelatihan ini menjadi jembatan krusial antara teori dan praktik. Fauzannafi Nurwida Kurniawan, mahasiswa MPB Semester 7, menegaskan bahwa pengalaman ini memberikan wawasan yang tidak didapat di ruang kelas.
“Kalau manfaatnya memang di sana kita dapat ilmu-ilmu yang mungkin enggak kita dapat di kuliah. Kita dapatnya di lapangan seperti ini, yang kita praktek langsung,” ungkap Fauzannafi.
David Widyatmojo, rekan se-angkatan Fauzannafi, menyetujui hal tersebut dan melihat dampak langsung dari program ini. “Manfaatnya ya untuk sebagai tindakan peningkatan kapasitas, khususnya di sekolah-sekolah SD,” tambah David.

Modul “Enam Wahana” yang dipelajari merangkum lima pilar utama dari program “Safe Steps Kids”. Materi ini mencakup penanganan Bencana (Disasters) bersama karakter Powerpuff Girls, Pertolongan Pertama (First Aid) dengan We Bare Bears, adaptasi Perubahan Iklim (Climate Change), Keselamatan di Jalan (Road Safety), serta Kesehatan (Health).
Rencananya, para fasilitator yang telah dilatih ini akan diterjunkan langsung pada 17-21 November mendatang. Mereka akan menyasar lima sekolah dasar di Solo, yaitu SD Muhammadiyah Alam Surya Mentari, SD Al-Azhar Syifa Budi, SDN Cemara 2, SD Kristen Pelita Nusantara Kasih, dan SD Pangudi Luhur Santo Timotius.
Bagi masyarakat umum yang tertarik untuk mempelajari materi edukasi ini, seluruh panduan interaktif, komik, dan video animasi tersedia dalam versi Bahasa Indonesia di situs resmi program, [safestepskids.com/id]
Penulis: Maheswara Padantya Saputra
Mahasiswa Manajemen Penanggulangan Bencana
Politeknik Abdi Kemanusiaan Bangsa dan Negara (AKBARA) Surakarta
Editor: Rahmat Al Kafi
The post Didukung Prudential dan IFRC, PMI Solo Latih Puluhan Fasilitator “Safe Steps Kids” di Kampus Akbara appeared first on Media Mahasiswa Indonesia.